Copyright © 2010-2013
Senin, 26 November 2018

Nirdeteksi: Kabar Burung

Jatuh cinta pada pendengaran pertama. Itu yang saya alami dengan sebuah band dari Timur Jakarta bernama Kabar Burung saat menyaksikan mereka tampil di Kios Ojo Keos malam minggu kemarin. Dari intro lagu pertama yang dibawakan secara Acapella sudah langsung membuat saya terkesima. Hati saya memang kerap lumer jika mendapat suguhan lagu-lagu melodius terlebih dengan harmonisasi vokal yang indah.


Hari Sabtu, 24 November 2018, Kios Ojo Keos kedatangan teman-teman dari Kedubes Bekasi, sebuah kolektif kreatif yang terbentuk dari respon sosial terhadap ejekan Bekasi yang pada tahun 2014 sempat berkembang di media sosial. Setelah menginisasi berbagai kegiatan kreatif selama dua tahun terakhir, pada bulan April 2018 ini teman-teman Kedubes Bekasi merilis sebuah CD kompilasi yang disertai buku bertajuk Samping Jakarta yang mengangkat kearifan lokal kota Bekasi dari berbagai aspek sejarah dan budaya.


Untuk mempromosikan CD dan buku tersebut, Kedubes Bekasi menggelar tur ke berbagai tempat, salah satunya di Kios Ojo Keos. Ada tiga band dan musisi yang kemarin tampil pada showcase Samping Jakarta di Kios Ojo Keos: Beautiful Garbage, Fithor Faris dan Kabar Burung. Menurut Fithor Faris (singer/songwriter yang juga merupakan salah satu inisiator Kedubes Bekasi dan album Samping Jakarta), rata-rata band yang ada di album kompilasi Samping Jakarta ini sudah berumur lebih dari lima tahun dan tidak semuanya berasal dari Bekasi. Namun band-band yang ada pada album ini semuanya memang sudah pernah tampil di Kedubes Bekasi.

Salah satu band termuda yang ada di album yang juga bukan berasal dari Bekasi adalah Kabar Burung. Dari hasil nge-stalk di media sosial, nama Kabar Burung baru resmi digunakan dari tahun 2017. Sementara itu, menurut catatan pada buku Samping Jakarta, nama Kabar Burung akhirnya digunakan setelah sebelumnya selama hampir 5 tahun, mereka manggung tanpa ada nama resmi. Jadi mungkin band ini terbentuk sekitar tahun 2013/2014.


Kabar Burung terbentuk di kawasan Rawamangun, tepatnya di Universitas Negeri Jakarta dan memiliki formasi 7 orang yang terdiri dari Kibar M. Pembela (vokal utama/trumpet), Danang Estu (piano, vokal latar), Nalendra Yusa Faidil (gitar, vokal latar), Cakra Gumilang Pangestu (bas), Ryan Rizki Ramanda (drum), Fachri Fajarudin (biola) dan Juan Albertho (gitar, vokal latar).

Formasi yang ramai ini terasa bermanfaat ketika mereka bersuara lantang melalui harmonisasi vokal yang sangat padu menyanyikan melodi-melodi yang empuk dan hangat di telinga. Lagu-lagu Kabar Burung yang menurut gitaris, Yusa adalah lagu-lagu lama ciptaan sang vokalis, Kibar, rata-rata memiliki chorus yang kuat. Sangat mudah rasanya menyanyikan melodi chorus pada lagu-lagu Kabar Burung. Terlebih liriknya juga mudah untuk diikuti.

Jika ditelusuri dari departemen lirik, lagu-lagu Kabar Burung menampilkan lirik-lirik yang cukup lugas, tanpa banyak bermain metafora. Sepertinya lirik-lirik tercipta dari hasil pengamatan dan pengalaman sehari-hari di seputar kawasan Rawamangun yang dibingkai oleh sudut pandang romantis. Bagi Kabar Burung pengalaman romantis tidak melulu terjadi di tempat-tempat indah.

Berdasarkan profil singkat yang tertera pada buku Samping Jakarta, mereka menulis:

"Kini, Rawamangun menjelma menjadi lebih dari sekedar rawa yang dibangun. Bagi sebagian individu (termasuk mereka), kawasan ini dianggap sebagai atmosfer yang cukup romantis. Jerit bis kota bersaing ketat dengan deru kasih sayang yang diredam dari dalam kamar kos di belakang Pemuda. Kelelahan menunggu sanak kerabat yang harus dirawat di Rumah Sakit Persahabatan dibayar tunai dengan menikmati lezat asinan di seberang. Pengemis dan gelandangan berbaris di sepanjang Rawamangun Muka, menunggu bola golf melewati dinding, sebab lapak dagang online telah begitu mudah diakses."

Bagaimana mereka memandang hidup dengan kesederhanaan inilah yang terpancar dari musik Kabar Burung yang bersahaja. Secara keseluruhan, lagu-lagu Kabar Burung memiliki sensibilitas pop manis Indonesia era 70an yang lugu dan apa adanya. Harmonisasi vokal yang indah dari Kabar Burung juga sedikit banyak kembali meniupkan nafas lawas dari The Rhythm Kings, band pop rock asal Medan dan juga grup vokal Pahama dari Bandung.


Sekarang ini mereka sedang dalam tahap menyelesaikan rekaman album perdana yang menurut 'kabar burung' akan berisi 11 lagu. Semoga karya-karya mereka ini dapat direkam dengan kualitas layak dan sepantasnya sesuai arah musikal mereka. Ibarat restoran yang belum beroperasi, mereka sudah memiliki bahan makanan yang sangat baik. Selanjutnya, mereka harus menemukan koki yang lihai dalam meramu bahan-bahan makanan tersebut supaya enak disantap setiap saat. Agar pada waktunya nanti restorannya dapat ramai dikunjungi dan semua orang dapat merasa bahagia saat menyantap sajian Kabar Burung yang lezat.



Berikut ini dua buah video amatir yang saya rekam hanya melalui handphone dari penampilan Kabar Burung di Kios Ojo Keos tempo hari. Satu lagu berjudul "Kamu Rahasia" dan satu lagi merupakan musikalisasi puisi dari WS Rendra berjudul sama "Telah Satu"





Kabar Burung dapat diikuti pada akun Instagram kabar.burung dan akun YouTube Kabar Burung Resmi

Album kompilasi dan buku Samping Jakarta masih tersedia di Kios Ojo Keos

Nirdeteksi adalah salah satu kolom tetap blog ini yang ditunjukkan bagi band/musisi baik lokal maupun internasional yang kurang atau belum banyak mendapat sorotan dari publik.

0 comments:

Posting Komentar