Copyright © 2010-2013
Rabu, 14 November 2018

Nostalgic Summer of an Escapist Dream Part II

Tahun 2010 saat lagi gemar mendengarkan musik-musik chillwave/glo-fi/hypnagogic pop, saya membuat mix bertajuk Nostalgic Summer of an Escapist Dream, berisi lagu-lagu sejenis yang dulu dibuat dalam format MP3 yang bisa diunduh di blog.

8 tahun setelah itu, di saat saya sedang meneruskan kegemaran terhadap musik-musik Jepang 70an-80an yang sudah dimulai sejak 3 tahun lalu, saya menyadari ada beberapa kesamaan kata kunci (nostalgia, musim panas, pantai, dll) antara musik-musik chillwave tersebut dengan beberapa rilisan dari para musisi Jepang yang pada era akhir 70an dan di awal 80an mulai bermain-main dengan perangkat Synthesizer. Kata-kata kunci yang sama pada 2 tahun terakhir juga mulai banyak digunakan oleh para musisi dengan label Vaporwave yang kerap menggunakan musik-musik pop Jepang era 80an sebagai sampling sekaligus mengenalkannya ke dunia barat berkat algoritma YouTube.

Karena kesamaan itulah, sekarang ini saya kembali membuat mix yang tanpa sengaja jadi seperti kelanjutan dari mix yang saya buat di tahun 2010 tersebut. Jika mix 2010 terdiri dari lagu-lagu rilisan terbaru saat itu, pada mix 2018 ini menampilkan musik-musik dari era akhir 70an hingga 80an dari musisi Jepang dan juga musisi luar Jepang yang berkarir dan populer di Jepang. Masih dihiasi dengan suara debur ombak yang sugestif, semoga mix ini bisa jadi soundtrack yang selaras untuk beraktivitas di pesisir atau paling nggak soundtrack di kala mendung seperti hari-hari belakangan ini.

Kamis, 01 November 2018

Menonton Konser Paul McCartney

Salah satu wish list konser yang harus ditonton di hidup ini, semalam sudah dicentang dengan menghadiri konser Paul McCartney di Tokyo Dome, Jepang. Bersyukur sekali masih bisa dapat tiket konser Paul McCartney walau belinya terhitung dadakan.






Awalnya istri saya bermaksud ingin memberi kejutan dengan diam-diam membeli tiket konser Paul McCartney. Tapi karena ia tidak punya kartu kredit dan pembayaran dengan kartu debitnya ternyata tidak berhasil dilakukan, akhirnya ia membatalkan rencana kejutan dengan memberitahu saya soal konser Paul McCartney di Jepang ini. Tanpa pikir panjang saya langsung menyambut rencana tersebut. Karena harapan McCartney mampir ke Asia Tenggara masih tipis jadi menontonnya di Jepang merupakan keputusan yang tepat untuk saat ini.

Sepertinya Jepang merupakan satu-satunya negara Asia favoritnya. Ia sudah mengunjungi Jepang beberapa kali, dari zaman The Beatles, Wings hingga karir solonya. Bahkan ia pernah menghabiskan 9 hari di penjara Jepang karena tertangkap membawa mariyuana. 

Di beberapa kesempatan pada konser semalam, McCartney selalu menyapa penggemarnya dalam bahasa Jepang yang tentunya disambut meriah. Bahkan pada layar video yang ada di samping kanan dan kiri panggung ada terjemahan dalam bahasa Jepang setiap kali McCartney berbicara. Beberapa kali ia bertanya ke penonton apakah terjemahan sudah berjalan dengan baik atau belum.


Rabu, 10 Oktober 2018

Dewa 19 Reunion di Synchronize Festival 2018

Pada saat Synchronize Festival mengumumkan Dewa 19 featuring Ari Lasso dan Once Mekel menjadi salah satu lineup, saya sangat antusias. Soalnya formasi reuni Dewa yang kerap tampil di berbagai acara selama kurang lebih 5 tahun terakhir selalu hanya menghadirkan Ari Lasso. Karena itu repertoar yang dibawakan lebih banyak dari album-album Dewa era 90an. 

Sebenarnya saya juga senang dengan formasi awal Dewa 19. Album Pandawa Lima sampai saat ini masih bercokol di urutan pertama pada daftar pribadi album Dewa paling favorit. Namun saya juga kangen mendengar lagu-lagu di dua album Dewa pada awal 2000an dibawakan secara live. Dari hasil googling, panggung Dewa 19 reuni bersama Ari Lasso dan Once terakhir terjadi di Malang pada tahun 2016.


Saya lupa-lupa ingat kapan terakhir saya menyaksikan Dewa dengan formasi Once. Saya hanya ingat satu momen menyaksikan Dewa dengan vokalis Once yakni di Cafe Lamborghini, Jakarta di periode awal 2000an.