Copyright © 2010-2013
Kamis, 09 Maret 2017

[Playlist] Angkatan 97


Dalam tiga bulan pertama di tahun 2017 ini saya kerap mendapati berbagai artikel di media atau blog musik internasional yang membahas lagu atau album yang tahun ini berulang tahun ke dua puluh. Kalau dilihat dari list, tahun 1997 memang dipenuhi rilisan-rilisan musik yang hingga kini masih jadi perbincangan dan memiliki pengaruh yang besar.




Situasinya mirip dengan tahun 1969 atau 1971 yang banyak dinilai sebagai tahun terbaik musik. Dari sini, saya lalu mengambil kesimpulan: rilisan musik tahun ganjil biasanya lebih bagus dan esensial dibandingkan rilisan tahun genap. Contoh paling mudah: di dunia musik internasional, album Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band yang kerap dilabeli sebagai album The Beatles terbaik dan juga album terbaik yang pernah direkam sepanjang masa juga dirilis di tahun ganjil, yakni 1969. Sementara itu album yang dilabeli sebagai album terbaik Indonesia sepanjang masa, soundtrack film Badai Pasti Berlalu dirilis di tahun ganjil 1977.

Kembali ke tahun 1997, di Indonesia kala itu adalah masanya musik pop Indonesia arus utama masih terdengar keren.




Ada Dewa 19 dengan Pandawa Lima yang sukses baik dari segi artistik maupun komersial. Hal yang sama yang terjadi pada grup Potret melalui album II dan Protonema dengan album November. Ada juga kolaborasi Chrisye dan Guruh Soekarno Putra yang mencapai puncaknya. Atau debut album dari para pendatang baru yang menjanjikan seperti Reza, /rif atau Flowers.




Tahun 1997 juga tahun dimana musik alternatif muncul ke permukaan khalayak umum. Terima kasih untuk MTV Indonesia yang kala itu memutar video musik dari band-band alternatif seperti Cherry Bombshell atau Kubik.

Dunia musik Indonesia di sepanjang tahun 1997 bertambah semarak dengan kehadiran barisan one hit wonder. Contoh paling signifikan hits "Mungkinkah" dari Stingky yang meraup penjualan hingga satu juta copy. Ada juga "Kasih Jangan Pergi" dari band Bunga. Lagu ini naik popularitasnya di 1997 seiring kepergian salah satu personilnya, Galang Rambu Anarki, anak dari Iwan Fals. Barisan one hit wonder lainnya di 1997, antara lain "Pesawatku" dari Memes, "Damai" dari Wayang hingga "Ada Cinta" dari Bening.

Berdasarkan banyaknya lagu hits dan rilisan yang bagus sepanjang tahun, dapat saya katakan bahwa 1997 adalah tahun yang musikal. Mungkin juga sebagai tahun dengan rilisan terbaik di sepanjang 90an.

Tahun 1997 bagi saya pribadi juga tahun spesial karena di tahun itu untuk pertama kalinya saya mulai ngeband, setelah sebelumnya hanya belajar gitar dan bas saja tanpa ada praktek. Saat itu saya masih duduk di bangku SMP. Saya masih ingat saat pertama kalinya latihan di studio, lagu pertama yang kami latih saat itu "Bobo" dari Netral yang saat itu baru dirilis. Lagu ini pada akhirnya menjadi salah satu lagu Netral terfavorit hingga saat ini.


Karena berbagai alasan itulah, saya membuat playlist ini sebagai penghargaan saya terhadap tahun musik di 1997. Saat mulai menyusun playlist ini, saya sempat merasa khawatir tidak banyak lagu Indonesia tahun itu yang tersedia di digital. Ternyata hampir semua lagu yang saya ingin masukkan ke playlist telah tersedia. Yang tidak ada hanya "Pelangi Semu" dari The Fly yang juga menjadi hits di tahun 1997. Lalu yang juga tidak tersedia, album solo perdana Dewa Budjana Nusa Damai yang sering saya dengarkan juga di kala itu. Begitu juga dengan one hit wonder Sinikini "Dan Senyumlah" tidak tersedia di digital. Selain itu, hits "Ada Cinta" juga tidak tersedia dari penyanyi aslinya. Yang ada versi Sm@Sh. Yah daripada tidak ada sama sekali lagu tersebut jadinya saya masukkan saja versi tersebut ke playlist.

Selamat mendengarkan playlist ini dan selamat bernostalgia, teman-teman angkatan 90an. :D


-->

1 comments:

  1. Hi teman SMP, begitu buka daftar lagu-lagunya, gw jadi inget radio 105.8 FM kala itu masih TREND MUSIK INDONESIA (TMI), lalu setelah kesrusuhan Mei 1998 hilang lah sudah.

    Banyak dapat informasi dari radio tersebut.

    JUARA "Jumpa Artis di Udara" yang digawangi Bens Leo

    BalasHapus